Suasana musyawarah dan mufakat mewarnai
MUSPROVLUB INKINDO DKI Jakarta





Pada tanggal 4 November 2008 yan













Suasana musyawarah  dan  mufakat
mewarnai



MUSPROVLUB INKINDO DKI Jakarta


 






 


Pada tanggal 4 November 2008 yang
lalu, DPP INKINDO DKI Jakarta telah melaksanakan Musyawarah Provinsi
Luar Biasa (MUSPROVLUB) ke II, di Jakarta Design Center, dengan
agenda tunggal semata-mata menentukan utusan MUNASLUB INKINDO 2009.
Forum konstitusi tertingggi di tingkat provinsi tersebut berjalan
dengan suasana musyawarah dan mufakat dalam pengambilan
keputusan-keputusan,  dan para anggota   yang hadir tampak antusias
dalam mengikuti jalannya MUSPROVLUB. Beberapa Anggota senior tampak
hadir mengikuti jalannya MUSPROVLUB, antara lain : Taufik Bahaudin,
SE, Ir. Doli Siregar, Prof. DR.  Imam Chourmain, DR Anwar Isham, Ir.
Nani  Setiawan, Ir. Lukman Mokoginta. dan mantan Ketua DPP INKINDO
DKI Ir. Siadji SP Simatupang, MBA yang saat ini juga sebagai
pengurus DPN INKINDO. Jajaran DPN INKINDO juga hadir, yaitu :
Sekretaris Umum Ir. Laksmo Imawanto, Ir. Jimmy S Michael (Wakil
Ketua Umum), Ir. Leonardo J. Hehanussa (Wakil Ketua Umum), MSi, H.
Panusunan N, Dipl.Arch, IAI, .(Wakil Ketua Umum) Drs. Arie Bastaman
(Wakil Ketua Umum), Ir. Jumadi S. Witopawiro, MS (Wakil Ketua Umum)
dan  Herty Permana, SE. MM (Bendahara Umum). Ir. Laksmo Imawanto 
tampil memberikan sambutan mewakili Ketua Umum DPN INKINDO Ir. H.
Bachder Djohan B.,MM,  yang berhalangan hadir.


 



Dalam periode kepengurusan DPP
INKINDO 2006-2010,  MUSPROVLUB ini merupakan yang kedua, sedangkan
 MUSPROVLUB yang pertama diselenggarakan  pada tanggal 22 Juni 2006,
di tempat yang sama,  untuk menentukan utusan INKINDO DKI Jakarta
pada MUNAS  INKINDO Tahun 2006 di Surabaya. Sebelum dilaksanakan
acara MUSPROVLUB II Tahun 2008 yang dimulai jam 13.00 hingga jam
17.00  tersebut, terlebih dahulu diselenggarakan acara Halal Bihalal
 antara jajaran pengurus DPP INKINDO DKI Jakarta, DPN INKINDO dan
anggota INKINDO DKI Jakarta, diisi dengan ceramah keagamaan bertema
hikmah silaturahmi. Pada pagi harinya, sebelum diselenggarakan Halal
Bihalal, DPP INKINDO DKI mengadakan Rapat DPP Lengkap.


 




 



 



Latar Belakang Musprovlub


 



Dalam Rapat Kerja Nasional
(RAKERNAS) INKINDO Tahun 2007 di Jakarta, ada beberapa permasalahan
berkaitan dengan isi AD/ART INKINDO hasil MUNAS INKINDO Tahun 2006
di Surabaya, antara lain meliputi Kerjasama  Anggota Antar Provinsi,
sebagaimana diatur dalam :

Anggaran Dasar Bab VI  Pasal 12
dan Anggaran Rumah Tangga Bab III Pasal 14. Selanjutnya dalam
Rakernas tersebut dicapai kesepakatan untuk dilakukan penyempurnaan
AD/ART INKINDO hasil MUNAS INKINDO Tahun 2006 di Surabaya, yang
kemudian dituangkan dalam

Ketetapan

Rapat Kerja Nasional
(RAKERNAS)  INKINDO 2007     No : 04/TAP-RAKERNAS/2007 tertanggal 31
Januari 2007 tentang Penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa
Dengan Agenda Tunggal Semata-mata Untuk Penyempurnaan Anggaran
Dasar/Anggaran Rumah Tangga INKINDO
.



 



Selanjutnya
menurut
 Anggaran Dasar Bab VIII Pasal 31  Ayat  3 : Bahwa
Utusan Propinsi Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa diatur dengan
ketetapan Musyawarah Provinsi/Musyawarah Provinsi Luar Biasa.
Berkaitan dengan hal tersebut, diterbitkan Surat
Keputusan DPN INKINDO
No : 42/SK.DPN/IX/2008, tertanggal  25
September 2008, Tentang Waktu, Tempat Penyelenggaraan dan
Kepanitiaan Musyawarah Nasional Luar Biasa INKINDO, yang menyatakan
bahwa MUNASLUB akan diselenggarakan Januari 2009, di Jakarta.
Menindaklanjuti hal tersebut, DPP INKINDO DKI Jakarta menerbitkan
Surat Keputusan DPP INKINDO DKI Jakarta Nomor :
13/SK.DPProv.DKI/X/2008 Tentang Waktu, Tempat Penyelenggaraan dan
Kepanitian  Musyawarah Provinsi Luar Biasa (MUSPROVLUB) INKINDO DKI
Jakarta dengan Agenda Semata-mata  Penetapan Utusan Musyawarah
Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) Tahun 2009.


 


Kriteria
Utusaan MUNASLUB INKINDO 2009

 



Mengingat MUNASLUB INKINDO 2009
hanya untuk menyempurnakan AD/ART maka diharapkan para utusan
MUNASLUB adalah yang memahami AD/ART INKINDO. Berkaitan dengan hal
tersebut maka Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional (RAKORPIMNAS)
INKINDO tanggal 29 Oktober 2008 di Jakarta, merekomendasikan bahwa
 utusan MUNASLUB diharapkan terdiri dari :


 










?
Ketua, Sekretaris,
Bendahara (KSB)
?
Sekurang-kurangnya
harus satu orang dari unsur anggota Pokja AD/ART

 

Selanjutnya atas dasar musyawarah
dan mufakat  maka MUSPROVLUB II Tahun 2008 INKINDO DKI Jakarta akhirnya menyepakati bahwa penetapan utusan MUNASLUB 2009 diserahkan
kepada DPP INKINDO DKI Jakarta dengan mempertimbangkan keterwakilan
unsur-unsur yang telah ditetapkan. Kriteria tersebut ditetapkan
dalam  Ketetapan MUSPROVLUB – II Tahun 2008 INKINDO
DKI Jakarta  
Nomor : 05 / TAP.MUSPROVLUB-II/XI/2008, dengan
kriteria sebagai berikut :

 






























































1.
Ketua
DPP INKINDO DKI Jakarta,
2.
Sekretaris DPP INKINDO DKI Jakarta,
3.
Bendahara DPP INKINDO DKI Jakarta,
4.
Dewan Pengurus Provinsi Harian (DPPH) Lainnya,
5.
Para Senior / Mantan Ketua DPP INKINDO DKI Jakarta dan Kader
/ Junior,
6.
Dewan
Pembina dan Kehormatan Provinsi INKINDO DKI Jakarta,
7.
Badan
Sertifikasi Anggota Provinsi (BSAP) INKINDO DKI,
8.
Yayasan Pengembangan INKINDO DKI Jakarta (YPI),
9.
Badan
Mediasi dan Advokasi Anggota INKINDO DKI Jakarta (BAM),
10.
Dewan
Pengurus Provinsi Lengkap (DPPL) yang terkait,
11.
Anggota INKINDO DKI Jakarta yang menjabat kepengurusan di 
DPN INKINDO,
12.
Anggota Biasa yang Mewakili Usaha Kecil,
13
Anggota Biasa yang Mewakili Usaha Non Kecil,

14.
Anggota yang Aktif dalam Asosiasi Profesi Terkait,
15.

Anggota Pokja AD/ART INKINDO DKI Jakarta dan Anggota INKINDO
DKI Jakarta yang  terlibat dalam Pokja AD/ART Nasional.


 


Setelah memutuskan tentang kriteria utusan MUNASLUB Tahun 2009, beberapa masukan yang  penting adalah dari tokoh senior INKINDO Taufik Bahaudin, SE, yang mengingatkan agar dalam proses penyempurnaan  AD/ART INKINDO jangan sampai terjadi penyimpangan antara draft yang disahkan dalam MUNASLUB dengan hasil akhirnya.