| Berita
print text tanggal ditambahkan 16 Februari 2017

INKINDO DKI SELENGGARAKAN PENATARAN KODE ETIK KE 5

 

Pemahaman tentang Kode Etik sangat penting bagi profesi konsultan yang mengutamakan aspek kepercayaan atau trust, karena Kode Etik memiliki dua sasaran pokok, yaitu :1) Melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian, baik disengaja maupun tidak dari kaum professional. Dengan demikian Kode Etik menjamin masyarakat tidak akan dirugikan oleh seorang prefesional tersebut. 2) Melindungi keluhuran profesi tersebut dari perilaku-perilaku tidak terpuji orang-orang tertentu yang mengaku diri professional


Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Inkindo DKI Jakarta, Ir. Laksmo Imawanto, ketika memberikan sambutan pada pembukaan penataran Kode Etik dan Tata Laku Keprofesian Inkindo Ke 5 Masa Bakti 2014-2018, pada tanggal 14 Februari 2017. Menurut catatan Sekretariat masih ada sekitar 380 perusahaan anggota Inkindo DKI yang belum mengikuti penataran kode etik. "Kami mengharapkan bagi sekitar 300 lebih anggota yang belum mengikuti penataran dapat mengikuti pada penataran angkatan berikutnya. Dewan Kehormatan telah memprogramkan penataran Kode Etik berikutnya, yaitu pada bulan Mei 2017, Agustus 2017, November 2017 , dan Februari 2018." ujar Laksmo Imawanto.


Dewan Kehormatan Provinsi Inkindo DKI telah menyelenggarakan penataran kode etik empat kali, dimulai sejak bulan Juni 2015. Angkatan ke-1, diikuti oleh 60 peserta, angkatan ke-2 --43 peserta, angkatan ke-3 -- 40 peserta, angkatan ke-4 -- 30 lebih peserta, sedangkan pada angatan ke 5 diikuti oleh 56 orang. Hal ini menunjukkan kesadaran Anggota untuk mengikuti penataran Kode Etik cukup tinggi.
 

Sesuai dengan AD/ART Inkindo, dalam menjalankan usahanya, seluruh anggota terikat pada Kode Etik Inkindo (AD Inkindo, Pasal 6 Ayat 2). Pelanggaran terhadap Kode Etik Inkindo dapat terkena sanksi organisasi. Sanksi atas pelanggaran Kode Etik dapat berbentuk pemberhentian sebagai anggota, pencabutan semua atau sebagian hak sebagai anggota, pemberhentian sementara, sebagai anggota, peringatan atau teguran yang dipublikasikan (ART Inkindo, Pasal 6 Ayat 4).

Pada sambutannya, Ketua DPP Inkindo DKI Jakarta, Ir. Peter Frans, mengemukakan pentingnya anggota Inkindo DKI memahami Kode Etik Inkindo, karena konsultan merupakan bisnis yang berdasarkan etika. Selanjutnya, ia mengemukakan tentang beberapa kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh DPP INkindo DKI Jakarta pada tahun 2017, antara lain :

Menyelenggarakan pelatihan perpajakan Jasa Konsultansi bekerjasama dengan Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indoesia (AKP2I). Untuk Batch 3 akan diselenggarakan tanggal 16-17 Februari.
Menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengisian SPT pada bulan Maret 2017.
Menyelenggarakan Bimbingan Sertifikasi ISO dan OHSAS khusus untuk Anggota Inkindo DKI Jakarta, saat ini sudah mencapai Batch 3.
Menyelenggarakan sosialisasi Skema Kredit BRI untuk Anggota Inkindo DKI.
DPP Inkindo DKI dan BRI akan melakukan MoU untuk pembiayaan kredit modal kerja dan bank garansi untuk anggota Inkindo DKI Jakarta.
Donor Darah, tanggal 22 Februari 2017.
DPP juga mencanangkan program jelajah nusantara dan studi banding ke luar negeri.


Diskusi Kelompok

Dalam penataran Kode Etik Ke 5 ini, seperti pada penataran kode etik Ke 4, ada Sesi Group Discussion yang membahas topik-topik aktual, yaitu tentang :
1. Pinjam Bendera.
2. Pengurangan Kualitas SDM
3. Penanganan proyek di daerah.
4. Pemalsuan KTA.

Dalam diskusi tersebut masing-masing kelompok membahas topik-topik tersebut di atas, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya, terkait dengan pelanggaran terhadap butir-butir kode etik, sanksi yang diberikan, serta saran-saran. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti penataran Kode Etik Inkindo tersebut.


print text
 

DI DUKUNG OLEH :